PT. STM Diduga Penjarakan Rakyat, Mantan Ketua HMI Cabang Dompu Melawan, Mengancam Membatalkan Rencana Kontrak Tanah

Admin
By -
0
Yusuf Yakuza 
Mantan Ketua HMI Cabang Dompu.
[Bd*/Ist].


DOMPU,- Sejumlah aktivis melakukan aksi demo di depan PT. STM,  meminta agar PT. STM melakukan pemerataan dalam melakukan perekrutan tenaga kerja dompu, Senin, 21/10/2024 lalu.


Sejumlah aktivis melakukan aksi demo di depan kantor PT STM dengan tuntutan,  Meminta PT. STM agar bisa merekrut tenaga kerja secara merata.

 

Selang beberapa menit masa aksi menyampaikan aspirasinya terjadilah pemicu sebuah masalah.

Gambar Waktu Sulaiman alias Coyo Saat Diamankan dan Dimintai Keterangan Di Mako Polres Dompu. 
[Bd*/Ist].


Dimana sejumlah masa aks diduga melakukan  pengerusakan fasilitas lingkar pinggang yaitu cermin yang ada Didepan Staging PT STM.


Dengan adanya pengerusakan yang diduga di lakukan oleh masa aksi pihak PT STM kemudian melaporkan tindakan para pendemo tersebut ke Mako Polsek Hu'u.


Dengan adanya tindakan pengerusakan yang di lakukan oleh masa aksi Sulaiman alias coyo, pihak PT STM langsung memasukan laporan di Polsek Hu'u sehingga masa aksi yang melakukan tindak pengerusakan langsung di amankan di polres Dompu.


"Kami sangat menyayangkan atas tindakan pihak PT STM yang langsung melaporkan serta menahan saudara kami atas dugaan telah melakukan pengerusakan terhadap fasilitas lingkar tambang (cermin)," Ujar Yusuf Yakuza Mantan Ketua HMI Cabang Dompu.


Lanjutnya, Jika begini cara PT. STM menyelesaikan masalah dengan rakyat berarti bisa dipastikan setiap pendemo atau aksi-aksi apapun yang dilakukan oleh rakyat di kecamatan Hu'u akan bernasib sama dengan saudara kami tersebut.  


"Besar dugaan kami jika ada demo atau aksi-aksi apapun yang dilakukan oleh rakyat di Kecamatan Hu'u pasti akan mendapatkan nasib yang sama dengan saudara kami Sulaiman/Coyo itu," Kata Yusuf Yakuza dalam orasinya. 


Kami meminta pertimbangan dari pihak PT. STM dengan keadaan saudara kami sekarang dia lagi mempunyai tanggungjawab moral yakni menafkahi istri dan anaknya yang berumur 3 bulan maka dari itu kami meminta pihak PT. STM untuk memberikan pertimbangan.


Jika dihitung soal kerugian yang dialami PT. STM kerusakan yang dialami PT. STM itu tidak mencapai 1 Juta. Kalau mau kita ganti yah kita akan mengganti kerugian tersebut.


"Jika di lihat dari nilai kerugiannya jelas tidak mencapai dari satu juta, kalaupun bisa di ganti kami akan siap mengganti kerugian tersebut," Ungkap Jebolan Aktivis HMI ini dalam orasinya. 


Tambahnya, Kami sangat kecewa dengan pihak PT. STM yang mengambil tindakan seperti melaporkan dan membenturkan kami dengan APH.

 

"Kami dari keluarga sangat kecewa dan marah melihat sikap serta tindakan teman-teman Comrel di PT STM, yang sebelumnya kami bersama kepala desa marada sudah bertemu, memohon maaf atas tindakan warga tersebut," Ujarnya. 


Sebelumnya, kami sudah bertemu dengan pihak PT STM serta memberikan jaminan keamanan untuk saudara kami Sulaiman/ Coyo supaya tidak melakukan tindakan seperti ini lagi dikemudian hari dengan membuat surat pernyataan. Namun teman-teman PT. STM sama sekali tidak menghargai permintaan kami. 


Kalau begini kondisinya kami tidak bisa menjamin keamanan akan aktivitas PT STM jika saudara kami tidak secepatnya dibebaskan.

"Kasusnya sederhana jika PT. STM mau mencabut laporan tersebut maka akan selesai masalahnya karna ini merupakan delik aduan," Bebernya.


Melihat kondisi yang seperti ini kami akan melakukan tindakan lain yaitu dengan mengajukan surat permohonan pembatalan rencana kontrak tanah dengan PT. STM karna Sulaiman/Coyo adalah anak kandung dari pemilik tanah di staging.


Kami akan membatalkan rencana kontrak tanah dengan PT. STM karena yang di laporkan dan di tahan adalah anak kandung dari pemilik tanah tempat pembagian steging PT STM.


"Selain itu kami akan terus melakukan konsolidasi yaitu dengan membangun tenda perlawanan didepan markas PT. STM bahkan menghentikan aktivitas PT STM, Jika Saudara kami tidak dibebaskan," Pungkas Yusuf yakusa dengan nada mengancam.

Hingga berita ini diunggah pihak PT. STM belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut. [Bd*].

Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)